Jumat, 23 November 2012

Masalah Sosial


Kemacetan
Hampir semua jalan di Jakarta mengalami kemacetan yang cukup membuat kita pusing, kesal, dan uring-uringan akibat kemacetan yang terjadi. Sebenarnya sederhana saja, kemacetan itu disebabkan oleh ketidakseimbangan antara pertambahan jumlah kendaraan dan pertambahan jumlah jalan.Selama ini pertambahan jumlah kendaraan meningkat dengan pesat sementara pertambahan jalan bisa dikatakan tidak ada pertambahan yang signifikan. Selain itu, faktor yang turut berperan dalam kemacetan adalah banyak pengendara yang tidak disiplin dan tidak mematuhi peraturan berlalu lintas serta jumlah penduduk DKI Jakarta yang semakin banyak akibat urbanisasi.

Beberapa cara yang telah ditempuh oleh pemerintah DKI Jakarta dalam mengatasi kemacetan, seperti memberlakukan three in one pada jalan-jalan tertentu dan membangun transportasi Busway Tapi nampaknya usaha tersebut tetap saja tidak bisa mengatasi kemacetan. Khusus untuk busway, transportasi massal jenis ini memang sangat dibutuhkan, tapi bukan untuk mengatasi kemacetan, justru sebaliknya, karena jalan yang digunakan oleh busway tidak dibarengi dengan pelebaran jalan, sehingga jalan semakin sempit akibatnya makin menimbulkan kemacetan.

Jakarta sebagai Ibukota Republik Indonesia disokong oleh beberapa daerah seperti Bogor, Bekasi, Tangerang, dan Depok. Di mana banyak masyarakat atau penduduk yang bertempat tinggal di daerah-daerah tersebut bekerja di Jakarta. Bisa dibayangkan kalau sebagian besar dari mereka menggunakan kendaraan ditambah dengan penduduk Jakarta yang terus bertambah. Jakarta jadi membludak dan akibatnya kemacetan terjadi di mana-mana.

Sebagai negara yang masih berkembang, tentu masyarakatnya, berlomba-lomba menuju ke penghidupan yang lebih baik. Pada umumnya, mereka mengukur kesuksesan dengan memiliki kendaraan roda 4 (mobil). Ada kebanggaan dalam dirinya dan ingin menunjukkan kepada keluarga, teman, dan masyarakat di sekelilingnya bahwa ia telah sukses. Semakin banyak mobil semakin kaya (sukses) dan banggalah ia.

Hal yang juga memicu kemacetan adalah jumlah penduduk. Orang berlomba-lomba hijrah ke Jakarta mencari pekerjaan atau kehidupan yang lebih layak. Umumnya, putra-putri terbaik daerah yang telah menyelesaikan pendidikan tinggi hijrah ke Jakarta. Bahkan yang tidak berpendidikan pun semuanya hijrah ke Jakarta. Ibaratnya Jakarta adalah gula yang dikerebuti oleh semut. Sehingga menimbulkan banyak masalah, seperti pengangguran, kemiskinan, kriminalitas, kesenjangan sosial, kepadatan penduduk, dan lain-lain. Kenapa bisa terjadi demikian? Hal itu dapat disebabkan karena pembangunan yang tidak merata. Dampak yang lebih besar mungkin saja akan terjadi dalam beberapa tahun mendatang. Jakarta sepertinya tempat untuk praktek segala aktivitas kehidupan di Indonesia, tanpa ada perencanaan yang matang.

Sebagai sebuah negara yang luas dan terdiri dari banyak pulau dan jumlah penduduk yang besar. Perlu dipikirkan suatu sistem yang sesuai dalam menata negara ini. Mungkin kita bisa meniru sistem yang dipakai di Amerika Serikat, karena hampir ada kemiripan dalam hal luas daerah dan jumlah penduduk.

Ide tentang perpindahan ibu kota dan pembagian daerah (kota) sesuai dengan aktifitas terbesarnya juga mungkin merupakan solusi yang bisa dipertimbangkan, dipikirkan dan direncanakan secara matang. Namun itu merupakan solusi jangka panjang. Yang harus segera dilaksanakan, yaitu bagaimana untuk segera mengatasi kemacetan di Jakarta. Berikut ini, mungkin bisa menjadi solusi dalam mengatasi kemacetan di Jakarta, antara lain:
1. Jalur three in one lebih diperluas wilayahnya dan tidak menggunakan batas waktu.
2. Jalan-jalan yang dilalui busway yang menyebabkan penyempitan badan jalan harus segera diperlebar.
3. Membangun transportasi massal lain, seperti misalnya subway atau monorel
4. Menerapkan usia kendaraan yang layak beroperasi. Ini juga dapat mengurangi polusi.
5. Menegakkan aturan dengan menindak tegas semua pelanggar lalu lintas tanpa kecuali ataupun oknum polisi yang berbuat pungli.

Di negara ini terlalu banyak orang pintar, tetapi sangat sedikit orang yang bisa atau mau mengimplementasikan ilmu yang dimilikinya. Mungkin juga sangat berhubungan dengan kesejahteraan. Karena pemerintah atau pejabat, lebih memikirkan perut sendiri dari pada memikirkan perut rakyat. Memang diperlukan dana yang tidak sedikit, tapi kalau dibandingkan dengan uang negara yang lenyap akibat korupsi..wah tidak bisa dibayangkan!

Demikian yang dapat saya sampai kan mohon maaf kalau ada kata-kata yang kurang bagus atau kurang berkenan bagi yang membacanya. Wassalamualaikum Wr.WB.

Masalah Kependudukan


Masalah kependudukan di indonesia itu bermacam-macam mulai dari kemiskinan, kepadatan penduduk sampai pengangguran. Dari ketiga masalah kependudukan ini saya akan menjelaskan pokok-pokok permasalahnya.


Kita semua tahu bahwa indonesia memiliki jumlah penduduk yang sangat banyak bahkan di dunia indonesia menempati urutan ke-4 dengan jumlah penduduk Indonesia  tahun 2010 adalah 237.641.326 jiwa jumlah ini meningkat di tahun 2012 menjadi 244.775.796 jiwa. Bahkan angka ini akan terus bertambah jika setiap per kepala keluarga memiliki lebih dari 3 anak.


Pemerintah sendiri tidak ambil diam, pemerintah menerapkan program KB (keluarga Berencana) yaitu di mana setiap per kepala keluarga tidak boleh memiliki anak lebih dari 2 . program ini terus di terapkan di masyarakat luas, hal tersebut dapat  memberikan dampak positif pada pertumbuhan penduduk di indonesia. Hal tersebut berdampak buruk pada kemacetan lalu lintas contohnya di jakarta dan sekitarnya. Setiap tahun jakarta kedatangan orang-orang yang ingin mengadu nasib di kota metropolitan tidak terkecuali para urbanisasi. Mereka nekat ke jakarta untuk mencari pekerjaan, di sana mereka berharap mendapat pekerjaan sesuai yang di inginkan, ada yang jadi pengusaha, buruh, kuli panggul bahkan menjadi pembantu. Tetapi tidak semua urbanisasi bisa mendapatkan pekerjaan sesuai yang di harapkan, pada kenyataanya indonesia memiliki tingkat pengangguran yang tinggi.Jumlah lapangan pekerjaan yang lebih sedikit di banding orang yang mencari kerja dapat menyebabkan pengangguran dan tingkat kemiskinan yang tinggi. 


Tetapi dengan populasi penduduk terbesar ke-4 di dunia indonesia belum sepenuhnya mampu menciptakan lapangan pekerjaan buat masyarakat luas. Alhasil setiap tahunnya tingkat pengangguran di indonseia semakin meningkat. Solusinya ada di pengusaha-pengusaha kecil di indonesia, pemerintah pun berhara pengusaha dapat menciptakan lapangan pekerjaan sebanyak mungkin agar tingat pengangguran di indonesia bisa berkurang. Semuanya bisa di atasi apabila masyarakat mengetahui dampak yang terjadi di sekelilingnya dan mulai dari diri kita sendiri untuk melakukan perubahan.


demikian rangkuman tentang masalah kependudukan dari saya mohon maaf apabila ada kata-kata yg kurang tepat atau kurang enak untuk di baca wassalam wr.wb.